Home » Saham » Investasi » Tips Jitu Investasi saat Bulan Puasa Supaya Mencapai Kestabilan Finansial

Tips Jitu Investasi saat Bulan Puasa Supaya Mencapai Kestabilan Finansial

Sebagian besar dari kita mengira bahwa pada bulan Ramadan membuat pengeluaran bisa semakin berkurang karena tidak perlu membeli makan siang. Kenyataannya sangat berbeda dimana masyarakat cenderung mengeluarkan uang lebih banyak pada saat berbuka. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan asalkan Anda paham tips jitu investasi saat bulan puasa.

Daripada menghabiskan keuangan bulanan untuk membeli makanan mahal di restoran, sebaiknya Anda membagi sebagian keuangan untuk investasi. Investasi yang dimaksud sangat beragam mulai dari emas sampai dengan pasar uang. Untuk mengetahui informasi yang lebih detail maka Anda bisa simak informasinya di bawah ini.

Tips jitu investasi saat bulan puasa

Jika membicarakan tentang investasi maka anda perlu mencari yang Syariah. Investasi Syariah terbebas dari yang namanya riba karena riba sendiri dalam Islam hukumnya haram. Beberapa jenis investasi Syariah dapat anda ketahui di bawah ini.

  1. Reksadana Syariah

Jenis investasi syariah yang dapat Anda lakukan di bulan Ramadan adalah Reksadana Syariah. Reksadana Syariah dijalankan dengan dasaran prinsip-prinsip Islam sehingga hasilnya halal. Untuk memulai tidak perlu nominal besar karena paling tidak Rp 100.000 saja.

Pada jenis investasi reksadana sebagian dari modal para nasabah akan dipakai untuk surat berharga saham, obligasi, maupun pasar uang. Pada saat memutuskan ingin berinvestasi tidak boleh sembarangan karena harus memeriksa izin OJK. Pilih tempat berinvestasi yang sudah mendapatkan izin OJK supaya Anda terhindar dari penipuan.

  1. Investasi emas

Sudah bukan menjadi rahasia bahwa emas bisa menjadi investasi. Investasi klasik ini perlu dibeli ketika sedang mengalami penurunan. Sedangkan harga setelah setahun dari emas cukup tinggi dan selisih harga penjualan dari pembeliannya bisa memberikan keuntungan.

Sisihkan sebagian pendapatan untuk investasi yang satu ini. Bahkan investasi jenis emas lebih stabil dibandingkan dengan saham yang selalu bergejolak. Namun proses penyimpanan emas sendiri harus dilakukan secara hati-hati karena rentan dengan kejahatan.

  1. Deposito

Pada dasarnya deposito berbeda dari tabungan konvensional karena menawarkan bagi hasil cukup besar. Hanya saja nasabah perlu memenuhi masa tenor tertentu sesuai pilihan nasabah Beberapa periode tenor yang dimaksud mulai dari 6 bulan hingga lebih dari 10 tahun.

Jika belum jatuh tempo maka tidak boleh diganti karena bisa terkena denda. Bunga dari deposito sendiri bervariasi mulai dari 1,95% hingga sekitar 4% pertahun. Memiliki deposito jauh lebih menguntungkan daripada hanya sekedar menabung secara biasa.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Cara Mendaftar Bisnis Property di AirBnb yang Praktis

Pada dasarnya property yang bisa didaftarkan ke AirBnb sangat beragam. Contohnya untuk tujuan guesthouse, hotel, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.