Home » Ekonomi & Bisnis » Sektor Properti Bisa Kembali Perkasa

Sektor Properti Bisa Kembali Perkasa

Industri properti di indonesia sempat mengalami kelesuan beberapa tahun belakangan ini, hal tersebut terlihat dari penurunan jumlah pembelian rumah. namun saat ini di perkirakan Industri properti bisa kembali perkasa hal tersebut terbawa pengaruh positif dari pemberlakuan tax amnesty atau pengampunan pajak di indonesia. Tax Amnesty mampu mendorong pertumbuhan di sektor properti dan pariwisata. Saat ini sudah terlihat pergerakan industri properti yang sudah kebanjiran stimulus di harapkan dengan begini, industri properti bisa kembali berjaya. Saat ini Aliran dana repatriasi yang masuk ke sektor properti sudah terlihat meningkat dan salah satu kawasan yang akan mengalami perumbuhan adalah di kawasan bali.

Selain itu, Bali juga sempat beberapa kali mendapatkan pujian karena menjadi destinasi wisata terbaik. dalam kurun waktu 2015, wisatawan yang berkunjung ke bali sebanyak 4 juta orang atau tumbuh 6,2% lebih tinggi dibanding tahun 2014 lalu. Hingga sepanjang tahun 2016, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu saat ini Pengembang properti sudah bersaing untuk membangun aset di kawasan bali, salah satu yang menjadi incaran oleh pengembang properti ialah di kawasan Pantai Pabean  Kabupaten Gianyar. Selain itu di kawasan ini di dorong oleh pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 50 km. sehingga semakin meningkatkan pertumbuhan di kawasan ini.

Di kawasan ini, sudah semakin banyak kawasan hotel berbintang sehingga bisa menjadi pilihan bagi pelancong yang ingin berlibur ke bali. Saat ini sudah banyak pengembang yang mengembangkan properti di kawasan ini, di harapkan dengan begini, sektor properti dan parawisata di indonesia akan kembali berjaya dan mengalami pertumbuhan. Hal tersebut di dorong juga oleh pertumbuhan pembangunan hotel di kawasan tempat wisata.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Risiko Perekonomian Semakin Meningkat Tahun 2019

Jumlah dana pensiun sebesar 8,36 triliun, sedangkan dana untuk tahun 2018 kemarin sebesar 11,86 triliun. ...