Home » Saham » Pasar Saham » Proyeksi Sinarmas Sekuritas : IHSG Cenderung Bullish – Buy BBTN, BSDE, BBRI, dan HOKI

Proyeksi Sinarmas Sekuritas : IHSG Cenderung Bullish – Buy BBTN, BSDE, BBRI, dan HOKI

Jika pada artikel sebelumnya, Reliance Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini cenderung bearish dengan kelanjutan aksi taking profit yang terjadi selama sesi II kemarin (02 November 2017). Berbeda halnya dengan proyeksi yang dibuat Sinarmas Sekuritas hari ini yang memperkirakan IHSG akan tetap cenderung Bullish (menguat) meskipun ada sedikit pergerakan Bearish (menurun) yang akan terjadi. IHSG kemarin (02 November 2017) ditutup dengan penurunan sebesar 0,12% di level 6.031,11, meskipun sebelumnya IHSG sempat naik sampai pada level 6.083.13.
Sinarmas Sekuritas mengatakan dalam risetnya bahwa : “Secara teknikal Indeks hari jumat akan bergerak di kisaran level 6.014 – 6.100”. kemudian mereka memberikan proyeksi untuk Top Buy pada BBTN, BSDE, BBRI, dan HOKI.
Sinarmas Sekuritas mengambil kesimpulan diatas karena melihat beberapa sentiment dari dalam dan luar negeri yaitu :
– Dari dalam negeri : Penetapan Bea dan Cukai untuk rokok elektrik sebesar 57% dari harga eceran yang diputuskan oleh Direktorat Jenderal Bea & Cukai. Keputusan tariff Cukai Elektronik (semua jenis rokok elektronik / vape) tersebut akan diberlakukan mulai 01 Juli 2018. Meskipun pengguna rokok elektronik tidak terlalu banyak, namun peningkatan Bea & Cukai sedikit banyak akan tetap mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Faktor selanjutnya adalah, PLN (Perusahaan Listrik Negara) dijadwalkan akan mendapatkan pinjaman investasi dari sindikasi Lembaga Keuangan Bank dan Non-Bank sebesar Rp. 16,3 triliun, dana tersebut akan digunakan untuk pendanaan infrastruktur kelistrikan program 35.000 MW. Hal tersebut akan memberikan pengaruh baik bagi emiten pembangunan power plant.
– Dari luar negeri : Presiden Amerika Serikat kamis kemarin telah mengumumkan pencalonan Jerome Powell sebagai ketua The Fed (Bank Sentral AS) untuk menggantikan Janet Yellen pada Februari 2018. Jerome Powell dianggap bisa lebih mempertahankan tingkat suku bunga tetap dari pada kenaikan sehingga anggapan Dovish akan muncul. Efek Dovish biasanya akan menyebabkan Dolar AS melemah, sehingga mata uang Rupiah bisa mendapatkan kesempatan untuk menguat.

Baca Juga :  Mirza: Menurunnya Rupiah Dipengarui Faktor Global

About Wida Yodik

Wida Yodik
Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

Manajer Investasi Coba Peruntungan di Bursa China

Saat ini manajer investasi terus menggenjot portofolio reksadana kelolaannya. Salah satu caranya adalah dengan mencoba ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *