Home » Sekuritas » USD Hantam Rupiah Anjlok di Rp13. 354/USD

USD Hantam Rupiah Anjlok di Rp13. 354/USD

Nilai tukar rupiah pada dolar Amerika Serikat (USD) pada saat pembukaan perdagangan pada hari ini kembali melemah sesudah kemarin ditutup di zone merah. Pelemahan ini berlangsung waktu USD naik, baik pada yen ataupun euro.

Dari data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Jisdor BI, tunjukkan rupiah pagi hari ini di buka di level Rp13. 354/USD. Tempat ini memperlihatkan rupiah lebih buruk dari posisi kemarin yang ada di tempat Rp13.342/USD

Berdasar pada data Yahoo Finance, rupiah pada jam pukul 10.07 WIB terlihat mendatar pada level Rp13.352/USD dari posisi sebelumnya di level Rp13.355/USD di kisaran level Rp13.338-Rp13.357/USD.

Posisi rupiah sesuai dengan data Bloomberg, pagi hari ini di buka pada level Rp13. 352/USD atau tambah baik dari penutupan terlebih dulu pada posisi Rp13. 359/USD. Tetapi, rupiah nampaknya mulai lesu ke level Rp13. 355/USD pada jam 10. 08 WIB dengan kisaran harian Rp13. 346-Rp13. 356/USD.

Dalam perdagangan hari ini, rupiah pada jam 10. 09 WIB masih tetap terdaftar menguat ke posisi Rp13. 350/USD di banding penutupan kemarin di level Rp13. 355/USD.

Di sektor beda seperti ditulis Reuters, Kamis 24/8/2017, USD menguat pada hari ini. Dimana USD pada yen menguat atau naik 0, 1% jadi 109, 19 sesudah tempo hari jatuh 0, 5%.

Shinichiro Kadota, taktik FX senior untuk Barclays di Tokyo menyebutkan, potensi kenaikan USD nampaknya terbatas untuk sekarang ini. Digelarnya pertemuan beberapa bankir sentral di Jackson Hole, Wyoming yang mulai mengundurkan diri pada hari ini, USD mungkin saja juga akan kurang mempunyai bias arah yang pasti dalam periode pendek.

Investor tengah menanti pidato dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen serta Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dalam simposium Jackson Hole yang juga akan dikerjakan besok.

Yellen mungkin saja berusaha untuk menyiapkan pasar untuk peluang tingkat bunga Fed beda akhir tahun ini, tegas Tan Teck Leng, analis forex pada UBS Wealth Management di Singapura.

” Bila ada yang saya sangka, Yellen menginginkan mengkalibrasi ulang harapan pasar paling tidak hingga 50%, ” tegas Tan.

Suku bunga AS saat ini menunjukkan sekitaran 40% peluang kenaikannya pada Desember. Euro pada USD turun 0,1% jadi USD1,1800, sesudah naik sekitaran 0, 4% pada hari Rabu.

About Wida Yodik

Wida Yodik
Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

Laporan Beberapa Kinerja Sekuritas Pada Kuartal III Tahun 2017

Laporan kinerka berbagai perusahaan Sekuritas di Indonesia pada Kuartal ketiga tahun 2017 ini memiliki keragaman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *