Home » Sekuritas » Obligasi » Sukuk Negara masih akan Menjadi Incaran investor Asing

Sukuk Negara masih akan Menjadi Incaran investor Asing

Pasar obligasi kini sedang berada di jalur positif, terhitung hingga bulan November 2016, instrumen ini berhasil menorehkan catatan yang positif. Instrumen investasi surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara masih menjadi incaran bagi investor asing. Jika dilihat dari data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan SBSN domestik dari Investor asing yang diperdagangkan mencapai Rp 8.9 triliun atau sekitar 3.62% dari total keseluruhan outstanding sukuk pemerintah yang tercatat mencapai Rp 245.71 triliun. Hingga akhir bulan Desember, diprediksi investor asing masih akan mengincar SBSN dalam negeri sebab masih memberikan return yang menarik.

Beberapa analis mengatakan bahwa campur tangan asing dalam sukuk pemerintah sempat menembus level Rp 16.19 triliun per bulan Mei 2016. Hal tersebut karena Aksi Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali dengan nilai 75 basis poin pada kuartal pertama di tahun 2016. Selain itu pasca rilis data pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2016 sebesar 5.04% menjadi faktor juga yang mempengaruhi sukuk negara semakin di minati, sebab prediksi pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target pemerintah yang hanya sebesar 5%. Selain itu nilai tukar rupiah juga cenderung menguat terhadap Dollar AS. Namun kepemilikan asing pada SBSN sempat menyusut pada kuartal III 2016, hal tersebut karena  investor asing mengalihkan portofolionya dari SBSN ke surat utang negara (SUN). sebab likuiditas masih sangat tinggi, dan juga SUN memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Nantinya investor asing akan mudah untuk menjual belikan SUN setiap waktu, saat kondisi pasar sedang bullish. Selain itu SUN juga menawarkan Return yang sangat menarik, tingkat likuiditas yang besar sangat memberikan peluang untuk kenaikan harga yang lebih tinggi. Terlihat pada kuartal ekonomi IV 2016 investor asing mulai mengurangi kepemilikannya di SBSN, sebab pasar obligasi domestik masih dalam tren bearish.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Indosat Siap Tawarkan Obligasi

PT Indosat Tbk (ISAT) akan mencari dana tambahan untuk pembayaran utang dan pembayaran biaya hak ...