Home » Ekonomi & Bisnis » Paksakan Buka Impor Pangan, Bulan Ini Pemerintah RI Ajukan Banding Ke WTO

Paksakan Buka Impor Pangan, Bulan Ini Pemerintah RI Ajukan Banding Ke WTO

Jakarta – WTO (World Trade Organization) telah memutuskan kemenangan AS dan New Zealand atas RI perihal hambatan aktifitas impor produk pangan seperti produk pertanian, seperti makanan dan juga hasil ternak.

Indonesia digugat karena dianggap mempersulit produk ekspor produk makanan dari New Zealand dan Amerika sulit masuk ke pasar Indonesia. Sedang pihak WTO meminta RI untuk mencabut aturan pengetatan impor dari luar negeri.

Sedangkan pihak dari dalam negeri sendiri khususnya menteri perdagangan mengungkapkan akan melakukan banding atas hasil dari keputusan WTO tersebut pada bulan ini. Hingga sampai saat ini Kemendag masih dalam tahap menyiapkan beberapa dokumen penting terkait banding tersebut.

“Masih ada waktu kita, ini masih kita siapkan semua keperluannya hingg nanti awal februari.” Jelas Imam Pambagyo, Dirjen PPI (Perundingan Perdagangan Internasional) saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta hari ini Rabu (1/2/2017).

Pada sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita mengungkapkan bakal menyampaikan keberatan kembali kepada WTO perihal keputusan banding tersebut. Keputusan yang akan telah diberikan oleh WTO tersebut menurutnya kurang relevan akibat ada sejumlah deregulasi, ajuan gugatan tersebut telah diajukan sejak 2011, sedang aturan yang telah diberlakukan kala itu berbeda.

“banyaknya item yang telah dipermasalahkan ada hal yang peket dengan deregulasi iu. Maka sebenarnya hal seperti itu sudah tidak lagi bisa menjadi isu yang sesungguhnya. Makanya ini nanti akan kami sampaikan point-point penting, persoalanya apa dan kita lihat saja nanti.” Jelas Enggar.

About Wida Yodik

Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

Risiko Perekonomian Semakin Meningkat Tahun 2019

Jumlah dana pensiun sebesar 8,36 triliun, sedangkan dana untuk tahun 2018 kemarin sebesar 11,86 triliun. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
27 ⁄ 9 =