Home » Ekonomi & Bisnis » Perbankan » KNKS Dukung Pertumbuhan Asuransi Syariah

KNKS Dukung Pertumbuhan Asuransi Syariah

Pada tahun 2017 lalu, tepatnya pada bulan Juli Pemerintah resmi membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pembentukan ini sudah sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 91 tahun 2016. Adanya KNKS diharapkan bisa meningkatkan sektor keuangan syariah. Sebab saat ini sektor keuangan syariah masih tumbuh dikit, namun memiliki potensi besar karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah Penduduk muslim terbanyak.

KNKS juga diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan syariah termasuk juga asuransi syariah. Kita bisa mencontoh negara tetangga Malaysia yang berhasil meningkatkan ekonomi syariah. Pemerintah harus turun langsung untuk menggenjot ekonomi syariah dengan menyimpan dana APBN di Bank Syariah.

Hal tersebut bisa menjadi faktor untuk meningkatkan pertumbuhan syariah termasuk juga berbagai macam produk keuangan syariah lainnya seperti asuransi jiwa. Masih belum optimalnya pertumbuhan asuransi syariah disinyalir karena modal yang disiapkan masih kurang. Industri asuransi tidak bisa bergerak banyak tanpa modal yang cukup. Sehingga modal menjadi tantangan untuk asuransi khususnya asuransi syariah.

Selain itu, kesiapan terhadap sumber daya manusia untuk perusahaan asuransi jiwa juga khususnya agen harus diperhatikan dengan baik. Jika perusahaan asuransi memiliki produk syariah ada baiknya agen juga dilatih untuk menjual produk syariah. Hal tersebut agar bisa menjangkau konsumen lebih baik lagi.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Kredit Konsumer Bank Syariah Melonjak

Industri perbankan syariah semakin menggenjot sektor pembiayaan konsumer pada tahun ini sebagai salah satu cara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *