Home » Sekuritas » Obligasi » Investasi Obligasi Apakah Menguntungkan?

Investasi Obligasi Apakah Menguntungkan?

Investasi Obligasi Apakah Menguntungkan?

Sesuai perkembangan ekonomi yang ada sekarang ini investasi reksadana juga merambah bidang investasi obligasi dan jika ada yang bertanya apakah investasi di bidang obligasi itu menguntungkan, maka jawabannya tergantung dari instrumen obligasi yang dipilih. Hingga saat ini investasi di bidang obligasi sendiri hanya dilakukan oleh perusahaan dengan omzet pendapatan yang stabil maupun investor asing yang berniat membuka pasar di Indonesia. Untuk lebih jelasnya, silahkan menyimak informasi berikut.

Instrumen obligasi

Hingga saat ini investasi obligasi masuk kedalam jenis reksadana pendapatan tetap atau reksadana campuran. Dalam pelaksanannya, instrumen utama dalam obligasi adalah surat berharga atau surat hutang dan terkait hal tersebut, ada banyak instrumen yang dapat diperdagangkan sebagai instrumen obligasi jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu surat hutang yang diterbitkan BI (SBI), surat perbendaraan negara (SPN), surat utang negara (SUN) maupun surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta nasional, dan ORI (obligasi ritel Indonesia).

Jenis obligasi

Masing-masing instrumen obligasi nantinya akan diperdagangkan dalam pasar sekunder yang biasanya dikuasai oleh lembaga-lembaga keuangan dan dalam hal ini ada dua jenis obligasi yang ditawarkan, yaitu:

  1. Coupon bonds

Jenis obligasi yang keuntungannya akan dibayarkan secara periodik pada investor atau pemilik modal, umumnya ada perjanjian untuk pencairan keuntungan yang bisa dicaairkan setiap 3, 6, atau 12 bulan sekali. Besaran kupon sendiri akan ditentukan oleh lembaga apakah menggunakan bunga tetap sehingga besaran nilai keuntungan setiap pembagian sama atau bunga mengambang yang menjadikan nilai keuntungan tidak tentu karena disesuaikan dengan acuan suku bunga pemerintah.

     2. Zero coupon bonds

Jenis obligasi yang tidak membayarkan kupon bunga secara periodik melainkan disimpan dengan sistem pencairan dana obligasi diakhir masa jatuh tempo perjanjian. Makin jauh masa jatuh tempo, keuntungan yang didapat akan makin besar, namun demikian resiko yang akan didapat oleh penanam modal juga makin besar.

Dari kedua investasi diatas, nilai obligasi yang dicairkan juga makin tinggi saat dilihat dari sistem senioritas, dimana obligasi yang dijamin dengan aset penerbit memiliki nilai investasi yang lebih tinggi daripada obligasi tanpa jaminan aset.

Resiko investasi

Dengan suku bunga sekitar 15%, ada beberapa resiko yang akan dihadapi investor saat menanam modal dalam bentuk investasi obligasi, yaitu:

  1. Fluktuasi suku bunga

Fluktuasi suku bunga umumnya bergantung pada banyak aspek mulai dari kondisi ekonomi negara, kondisi politik, hingga kondisi lain yang berpengaruh pada suku bunga bank dan resiko inflasi, dimana nilai investasi ada diatas nilai keuntungan yang seharusnya diperoleh.

  1. Likuiditas
  2. Non default

Resiko ini muncul ketika penerbit surat berharga tidak mampu membayar bunga pokok dari surat obligasi yang dikeluarkannya.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Obligasi Ritel Online Siap Diluncurkan pada 2018

Setelah dianggap gagal dalam penerbitan Obligasi Negara ritel seri 14 (ORI104), pemerintah kini berencana untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *