Home » Ekonomi & Bisnis » Ekonom: Inginkan Pemerintah Tindaklanjuti Simplifikasi Cukai Rokok
Sejumlah pekerja mitra produksi sigaret (MPS) PT HM Sampoerna melinting rokok dengan peralatan tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/10). Rencana pemerintah yang akan menaikkan cukai sebesar 23 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 memicu reaksi penolakan dari produsen rokok dan juga para pekerja. ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo/kye/15.

Ekonom: Inginkan Pemerintah Tindaklanjuti Simplifikasi Cukai Rokok

Kebijakan pemerintah terkait cukai rokok mendapatkan dukungan dari Frederico Gil Sander ekonom World BI berharap kebijakan tersebut terus berlanjut sebagai peyerdahanaan struktur biaya cukai roko untuk tahun depan.

Sesuai dengan keterangan Frederico harapan diteruskannya kebijakan tentang penyerdahanaan struktur cukai rokok tahun 2019, dalam acara Indonesia’s Economic dan Political Outlook tahun 2019 di Jakarta. Kebijakan Simplifikasi terkait peraturan Menkeu no.146/2017 dengan persetujuan Sri Mulyani sudah sangat baik.

Nah dari berbagai aspek sudah mendukung akan sangat disayangkan jika harus terhenti ditengah jalan kebijakan tersebut, dengan 10 layer sudah sebagai langkah yang baik. Cukai tembakau salah satu langkah yang paling tepat sebagai pembaruan gradual yang terbaik.

Keterangan dari Abdillah Ahsan peneliti dari UI terkait kebijakan penyederhanaan dari Kemenkeu memang sudah sangat tepat tinggal melanjutkan dan melakukan semua program yang telah dibuat, jika harus direvisi lagi tentunya membutuhkan waktu dan dan menjadikan kebijakan ini tidak ada mafaatnya untuk masyarakat.

Lanjutnya semua berharap kebijakan tersebut tetap diterapkan secara konsisten sesuai dengan keputusan yang sudah dibuat dan disepakati. Jika kebijakan tersebut tidak dilanjutkan maka akan muncul sejumlah pertanyaan dari warga sipil (pasti ada sesuatu yang tidak beres).

Tidak hanya itu jika revisi akan diadakan maka justru menimbulkan masalah baru yang akan tersebar keranah publik, Abdillah menyatakan jika dirinya menolak jika diadakan revisi karena kebijakan pemerintah tersebut sudah sesuai dengan hukum.

About Wida Yodik

Wida Yodik
Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

Risiko Perekonomian Semakin Meningkat Tahun 2019

Jumlah dana pensiun sebesar 8,36 triliun, sedangkan dana untuk tahun 2018 kemarin sebesar 11,86 triliun. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *