Home » Saham » Investasi » Dua Jenis Cara Investasi Reksadana Yang Perlu Diketahui

Dua Jenis Cara Investasi Reksadana Yang Perlu Diketahui

Saat ini dunia investasi di pasar modal sedang berkembang. Pasar modal bisa menjadi alternatif investasi bagi setiap investor yang ingin mendapatkan keuntungan lebih. Berinvestasi di pasar modal merupakan salah satu investasi yang memiliki keuntungan yang sangat menjanjikan. salah satunya adalah dengan investasi reksadana. Reksadana merupakan salah satu instrumen investasi di pasar modal yang menawarkan banyak keuntungan bagi investornya. Investasi reksadana mampu memberikan peluang keuntungan yang besar. tak sedikit orang yang mampu mendapatkan pundi pundi uang dari investasi ini.

Selain itu dalam investasi reksadana banyak yang perlu di perhatikan. Salah satunya adalah dengan memilih reksadana. Reksadana memiliki 2 cara. Yaitu secara berkala, atau sekaligus dan ini yang menimbulkan kekeliruan bagi investor. Karena belum bisa mengenali jenisnya. Berikut akan kami berikan cara investasi reksadana.

Dua Jenis Cara Investasi Reksadana

  • Investasi Reksadana berkala (rupiah cost averaging)
    Cara investasi reksadana ini adalah dilakukan dengan Autodebit. Seorang investor yang akan menggunakan cara ini akan memberikan sepenuhnya kuasa kepada manajer investasi yang nantinya sejumlah dana akan di debit dari rek Bank ke Rek reksadana setiap bulannya. Investor harus menyisihkan dana yang sama tiap bulannya. Dengan menerapkan jenis cara ini, investor akan menjadi disiplin dalam investasi. namun untuk menerapkan cara ini, investor harus melihat kondisi reksadana terlebih dahulu. Apakah reksadana sedang naik atau sedang turun.
  • Investasi Reksadana sekaligus (lump sum)
    Cara investai ini merupakan. Investor akan melakukan penyetoran dana sekaligus. Semua dana akan di setor dalam waktu bersamaan sekaligus. Cara ini memili keunggulan yaitu, investor akan mendapatkan keuntungan lebih besar. dengan Catatan harga unit reksa dana terus mengalami peningkatan. Namun investasi ini memiliki kelemahan yaitu, saat harga reksdana sedang turun investor hanya ingin investasi jangka pendek, dengan begitu saat di cairkan, investor akan mendapatkan dana lebih sedikit dari modal atau dikatakan merugi.

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Pengelola Dana China Semakin Gencar Investasi Berbasis Teknologi

Mungkin sebagian dari kita sudah mendengar nama Yu’E Bao. Ya, ini merupakan produk reksadana pasar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *