Home » Ekonomi & Bisnis » Data Ekonomi Masih Belum Bisa Topang Pasar Obligasi

Data Ekonomi Masih Belum Bisa Topang Pasar Obligasi

Pasar obligasi di indonesia terlihat masih bergerak stagnan dan belum memberikan pergerakan yang signifikan. Sejak awal pekan ini, pergerakan dari Surat utang Negara (SUN) masih variatif. Jika di lihat, pergerakan surat utang masih rawan koreksi, jika mengacu pada data Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) terlihat jika harga obligasi pemerintah rata rata masih mengalami koreksi sekitar 0.05% pada sebelumnya masih berada di level 117,27. Saat ini investor masih memburu surat utang seri acuan sehingga Surat utang milik pemerintah masih sedikit sentimen dari investor selain itu juga, laju pasar obligasi masih di bayangi data ekonomi yang baru saja di rilis dan data ekonomi ini belum bisa untuk mengangkat laju pasar obligasi.

Pasca di rilisnya data ekonomi indonesia di kuartal II yang mengalami kenaikan sekitar 5.18%. namun hasil ini masih belum bisa untuk menopang pasar obligasi karena terlihat setelah rilis data ekonomi, pasar obligasi masih cendrung variatif. Dan rilis data cadangan devisa pada juli 2016  sekitar US$ 111,4 miliar tidak mempengaruhi laju surat utang negara (SUN). di sisi lain, untuk surat utang negara seri acuan dengan tenor 11 tahun yaiuty FR0056 menjadi primadona karena berhasil mencatatkan volume perdagangan paling besar yaitu sekitar Rp 1,76 triliun dari 46 kali transaksi dengan harga rata-rata 111,07%

Dan untuk sukuk ritel yaitu surat berharga syariah mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp 264,52 miliar dari 43 kali transaksi. Walaupun  mengalami kenaikan pada pekan kemarin, namun pasar obligasi hingga saat ini masih sangat rawan koreksi.  Karena masih di bayangi oleh penguatan indeks dolar yang unggul terhadap sejumlah mata uang lainnya selain itu adanya isu kenaikan suku bunga AS akan membuat Kenaikan harga Surat Utang Negara (SUN) menjadi tertahan dan beberapa seri akan mengalami koreksi harga

 

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Risiko Perekonomian Semakin Meningkat Tahun 2019

Jumlah dana pensiun sebesar 8,36 triliun, sedangkan dana untuk tahun 2018 kemarin sebesar 11,86 triliun. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *