Home » Saham » Pasar Saham » Dana Kelolaan Reksadana Saham Turun Pada Bulan Oktober

Dana Kelolaan Reksadana Saham Turun Pada Bulan Oktober

Total dana kelolaan reksadana saham pada Bulan Oktober 2017 secara MoM (Month-on-Month) menghasilkan penurunan diantara hampir semua reksa dana jenis lain yang mengalami peningkatan positif.

Berdasarkan data dari Infovesta Utama, jum’at pekan lalu (10/11), dana kelolaan reksadana pasar uang tumbu paling tinggi, yaitu sebesar 11,25% MoM. Kemudian dana kelolaan reksadana pendapatan tetap, mengalami pertumbuhan sebesar 6,65%. Lalu Reksadana campuran naik sebesar 1,41%, hanya reksadana saham saja yang tercatat mengalami penurunan 2,16%.

Baca Juga :  OJK Terapkan Basel III Sesuai Dengan Kepentingan Nasional

Namun, meski tercatat secara MoM menjadi satu-satunya dana kelolaan reksadana yang mengalami penurunan, ternyata reksadana masih memimpin jumlah terbesar dana kelolaan dibandingkan dengan kriteria lain, sebesar Rp. 119,33 triliun. Selanjutnya disusul berurutan oleh reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang serta reksadana campuran.

Markam Halim, Managing Director, Head Sales and Marketing Henan Putihrai Asset Management mengungkapkan bahwa dana kelolaan reksadana saham mengalami penurunan karena lebih disebabkan oleh profit taking yang dilakukan oleh para pelaku pasar, kemudian ditunjang oleh Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang menurun. Aksi profit taking terjadi dibulan Oktober karena kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mencapai level tertingginya 6.000.

Baca Juga :  Manulife Bantu Kembangkan Literasi pasar Modal Syariah di Jatim

Markam menambahkan “Naiknya harga IHSG sangat dipengaruhi oleh saham blue chip, dimana hal tersebut menyebabkan portofolio reksadana pada umumnya yang mempunyai kombinasi dengan saham-saham lapis kedua belum bisa mengalami kenaikan”.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto juga ikut memberikan pendapat bahwa turunnya dana kelolaan reksadana saham bisa jadi disebabkan oleh Profit Taking selama bulan Oktober, meskipun pada saat yang sama ada juga investor yang masuk, namun jumlahnya tidak lebih besar.

Baca Juga :  OJK Terapkan Basel III Sesuai Dengan Kepentingan Nasional

Tandy Cahyadi, Head of Business Development Majoris Asset Management mengungkapkan bahwa adanya kemungkinan tipe investor yang profit taking secara besar-besar an yang membuat dana kelolaan reksadana saham tergelincir.

About Wida Yodik

Wida Yodik

Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

10 Anak Perusahaan BUMN akan Melantai di BEI Tahun Depan

Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) telah memprediksi bahwa pada tahun depan setidaknya ada 10 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *