Home » Ekonomi & Bisnis » Bank Digital Di Indonesia Masih Berjalan Lambat

Bank Digital Di Indonesia Masih Berjalan Lambat

Sektor Perbankan di indonesia saat ini telah memiliki Perbankan Digital. Namun Perbankan Digital masih berjalan lambat dan seperti kurang sosialisasi kepada masyarakat. Tujuan utama perbankan di gital adalah untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dan juga layanan bank digital juga memberikan Efisiensi bagi pelakunya. Namun sampai saat ini penetrasi perbankan di indonesia masih sangat rendah terutama untuk perbankan digital terutama untuk kalangan masyarakat kelas bawah masih banyak yang belum menyentuh dunia perbankan. Oleh sebab itu betapa pentingnya sosialisasi untuk setiap kalangan masyarakat agar bisa mengenal perbankan lebih jauh. Karena jika melihat dari data bank dunia, di indonesia baru 110 juta masyarakat yang bergabung dengan layanan bank dan masih sangat banyak sekali masyarakat kita yang belum mendapatkan pelayanan bank.

Sampai saat ini masih banyak peluang untuk masyarakat yang ingin bergabung dengan industri perbankan digital. Peluang ini merupakan peluang untuk mengembangkan nasabah dalam industri perbakan digital indonesia, yang sampai saat ini pelaku bank digital di indonesia masih sangat minim sekali. Jika adanya penambahan 1% masyarakat yang bergabung dengan layanan bank maka bisa membantu meningkatkan pendapatan negara sekitar 5.01%. sehingga dengan begitu industri perbankan masih sangat berpengaruh untuk meningkatkan perekonomian secara nasional. Saat ini Bank digital merupakan cara yang akan ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan dan pendapatan. Layanan perbankan digital juga merupakan cara untuk menghemat pengeluaran alias efisiensi.

Dalam pengembangan perkembangan digital ini mendapatkan beberapa kendala yang akan di hadapi nantinya. Seperti harus bisa memahami arti digitalisasi serta juga melihat dampak bagi bisnis dan cara impelmentasi untuk mensukseskan langkah tersebut. Karena digital dalam perbankan mempunyai 2 jenis yang berbeda, yang pertama basic digital yang merupakan masih menggunakan kertas dalam setiap transaksi dan juga masih harus bertatap. Yang kedua Ekstream digital. Ektream digital merupakan setiap transaksi yang dilakukan di menggunakan kertas sama sekali. Di indonesia sendiri setiap transaksi bank masih harus menggunakan kertas. Dengan mengikuti perubahan digital yang cepat, akan menimbulkan perubahan yang pesat pada industri perbankan.

 

Pencarian terkait lainnya:

  • perbankan dan sekuritas

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

BI Kembali Buka Transaksi Swap Lindung Nilai Mata Uang Offshore

Sebelumnya pada tanggal 12 Juli 2017 lalu, PT Bank Indonesia (Persero) Tbk (BI) telah membuka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *