Home » Sekuritas » Deposito » Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi

Awas Jebakan Bunga Deposito Tinggi

Deposito berjangka banyak dianggap sebagai bentuk investasi paling aman dan mudah dipahami masyarakat awam. Daripada menyimpan uang di rekening tabungan yang berbunga rendah dan akan digerogoti oleh biaya administrasi, banyak orang kini berpindah ke deposito berjangka. Orang berlomba-lomba mencari deposito berjangka dengan bunga setinggi-tingginya.

Masalahnya, dengan makin maraknya deposito berjangka, maka deposito menjadi umpan menarik bagi para penjahat kriminal yang ingin memangsa uang hasil jerih-payah orang lain. Kasus-kasus deposito bodong semakin meningkat dari tahun ke tahun, demikian pula penipuan deposito dengan memalsukan sertifikat deposito berjangka dari bank-bank nasional.

Baca Juga :  Pencucian Uang, Sinarmas Semakin Waspada

Untuk menghindari jebakan-jebakan bunga deposito tinggi maupun penipuan deposito bodong semacam itu, Anda perlu mengetahui tiga hal berikut yang terkait dengan deposito berjangka dan bunga deposito.

  1. Bunga Deposito Tinggi Yang Tidak Dijamin LPS

Setelah krisis tahun 97/98 dimana banyak bank kolaps, Pemerintah mengadakan program penjaminan simpanan bank yang dikelola oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika Anda menyimpan uang di bank-bank yang terdaftar di LPS, maka apabila bank-nya mengalami masalah, Anda akan mendapatkan ganti sesuai besar simpanan Anda.

  1. Tak Ada Keuntungan Tanpa Risiko
Baca Juga :  Bank Muamalat Di Medan Pasar Syariah Semakin Naik

Banyak penawaran deposito berbunga tinggi menjanjikan return yang luar biasa besar tanpa risiko atau dengan risiko yang sangat kecil. Yang perlu Anda pahami disini adalah, tak ada return besar tanpa risiko yang besar. Pertumbuhan investasi dengan risiko rendah semacam deposito tidak mungkin jauh melebihi standar suku bunga acuan.

  1. Pembukaan Dan Pencairan Deposito Hanya Di Kantor Bank
Baca Juga :  10 Tahun Terakhir, Rata-Rata Anggaran Pertahun Rp70 Triliun

Sudah ada kasus pemalsuan sertifikat deposito berjangka dengan menggunakan slip yang dikeluarkan oleh salah satu bank nasional populer. Para pelakunya menawarkan deposito tersebut dengan iming-iming bunga lebih tinggi daripada yang sudah tercantum di bank. Selain itu, dengan berbagai alasan, pelaku mengajak korban melaksanakan transaksi pembukaan dan pencairan deposito bukan di kantor bank.

Pencarian terkait lainnya:

  • kasus penipuan bunga uang

About Abdul Hilmawan

Abdul Hilmawan
Abdul Hilmawan merupakan penulis yang berpengalaman di bidang investasi dan saham, khususnya saham perbankan yang terkait dengan produk - produk sekuritas, danareksa dan produk lainnya

Check Also

Semakin Menguatnya Simpanan Nasabah

Mendekati pergantian tahun penghimpunan dana ketiga semakin meningkat, meskipun kondisi perbankan memasuki awal tahun memperlihatkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *