Home » Saham » Pasar Saham » 10 Anak Perusahaan BUMN akan Melantai di BEI Tahun Depan

10 Anak Perusahaan BUMN akan Melantai di BEI Tahun Depan

Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) telah memprediksi bahwa pada tahun depan setidaknya ada 10 anak perusahaan BUMN yang akan melakukan IPO (Initial Public Offering / Penawaran Publik Perdana) di pasar modal Indonesia. Sebelumnya, ada 5 anak perusahaan BUMN yang batal IPO pada tahun ini.

Kementerian BUMN menargetkan 4 anak perusahaannya agar bisa melantai di Pasar Modal Indonesia pada tahun ini. Dari keempat perusahaan tersebut, ada yang sudah merealisasikan IPO yaitu PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI). Sedangkan tiga lainnya akan dijadwalkan IPO pada akhir tahun ini, yaitu PT PP Presissi, PT JAI (Jasa Armada Indonesia), dan Wika Gedung (PT. Wijaya Karya Gedung).

Baca Juga :  OJK Terapkan Basel III Sesuai Dengan Kepentingan Nasional

Aloysius Klik Ro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN mengungkapkan bahwa : “ada 5 perusahaan lain yang masih Carry Over (IPO Tahun Depan), yaitu anak perusahaan dari PTPP (PT. Pembangunan Perumahan”.

Beberapa anak perusahaan yang berminat melantai pada Pasar Modal Indonesia, masih menyusun RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) tahun 2018. Saat ini, Kementerian BUMN masih mengumpulkan data yang dibutuhkan dari beberapa deputi.

Baca Juga :  OJK Terapkan Basel III Sesuai Dengan Kepentingan Nasional

Aloy menambahkan bahwa, Sembilan anak perusahaan BUMN direncanakan IPO tahun ini, namun yang diprediksi berhasil hanya empat perusahaan saja. Pada pertengahan bulan November nanti ada PP Presisi dan Wika Gedung yang akan melakukan IPO, dilanjutkan dengan PT. JAI (Jasa Armada Indonesia) pada akhir tahun nanti. Sedangkan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) sudah berhasil melakukan IPO pada akhir September lalu.

Baca Juga :  OJK Terapkan Basel III Sesuai Dengan Kepentingan Nasional

Sepuluh anak perusahaan BUMN Selain GMFI, diprediksi bisa meraih dana segar Rp. 21 triliun dalam IPO nya. Namun, hambatan yang dihadapi beberapa anak perusahaan yang terlambat IPO adalah persiapan persyaratan yang membutuhkan waktu yang lama.

About Wida Yodik

Wida Yodik

Kontributor sekuritas.co.id, seorang ahli finansial, trading, ekonomi makro, mikro agribisnis dan hal lain terkait keuangan.

Check Also

Proyeksi Reliance Securities : IHSG akan mengalami penurunan pada akhir pekan

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Sesi II kemarin, Kamis 02 November 2017, ditutup dengan penurunan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *